Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

Tugas Sofkill Psikologi Manajemen

Irene Wulan Juita Zalukhu
13511677
3PA06

A.  Pengorganisasian Struktur Manajemen

1.      Definisi Pengorganisasian
Pengorganisasi adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengorganisasian dianggap penting karena managertidak bisa melakukan semua pekerjaan tersebut sendirian, dan dengan membagi pekerjaan secara tepat, pekerjaan bisa diselesaikan dengan lebih efesien. Dalam pengorganisasian dua aspek penting yang perlu dipahami adalah pembagian kerja (division of work) dan pembagian bagian (Departmentalization).

2.      Definisi Struktur organisasi
Struktur Organisasi  adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapkan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara satudengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan gubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan. Dengan adanya struktur organisasi, maka stabilitas dan komunitas organisasi bisa tetap bertahan. Ada 4 elemen dalam struktur, yaitu Spesialisasi aktivitas, standarisasi aktivitas, koordinasi aktivitas, dan besar unit kerja.

3.      Pengorganisasian sebagai fungsi Manajemen
Dalam pengorganisasian terdapat bermacam-macam teori tentang organisasi. Dari semua teori itu tidak satu teori pun yang dianggap paling lengkap atau paling sempurna, teori-teori itu satu sama lain saling mengisi dan saling melengkapi. Teori dianggap baik dan tepat apabila mampu memperhatikan dan menyesuaikan dengan lingkungan dan mampu memperhitungkan situasi-situasi tertentu.
B.  Actuating dalam Manajemen

1.      Definisi Actuating
Actuating adalah suatu tindakanuntuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi, actuating artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan dkehendaki secara efektif.
Menurut Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo actuating yaitu pengaktifan orang-orang sesuai dengan rencana dan pola organisasi yang telah ditetapkan.
Dia pun membuat perincian pekerjaan manajer dalam segi actuating seperti:
1)  Melakukan kegiatan antisipasi dengan senang hati terhadap semua keputusan, tindakan atau perbuatan.
2)  Mengarahkan dan menantang orang lain agar bekerja sebaik-baiknya.
3)  Memotivasi anggota.
4)  Berkomunikasi secara efektif.
5)  Meningkatkan anggota agar memahami potensinya secara penuh.
6) Memberi imbalan penghargaan terhadap pekerja yang melakukan  pekerjaan dengan baik.
7) Mencukupi keperluan pegawai sesuai dengan kegiatan pekerjaannya.
8) Berupaya memperbaiki pengarahan sesuai dengan petunjuk perusahaan.

Fungsi pokok adanya actuating adalah sebagai berikut:
1.    Mempengaruhi seseorang supaya bersedia menjadi pengikut
2.    Menaklukkan daya tolak seseorang
3.    Membuat sesorang atau orang-orang suka mengerjakan tugas dengan lebih baik
4.    Mendapatkan, memelihara dan menumpuk kesetiaan pada pimpinan, tugas dan organisasi tempat mereka bekerja.
5.    Menanamlan, memelihara dan menumpuk rasa tanggung jawab seseorang terhadap Tuhannya, Negara dan masyarakat.


2.      Pentingnya Actuating
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakkan seluruh potensi SDM dan Non manusia pada pelaksanaan tugas. Semua SDM yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai misi, visi, dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

3.      Prinsip Actuating
Menurut Kurniawan, prinsip-prinsip acruating antara lain:

1)      Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
2)      Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
3)      Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4)      Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5)      Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6)      Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7)      Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Sedangkan menurut Haris, actuating yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu prinsip mengarah pada tujuan, prinsip keharmonisasian dengan tujuan, dan prinsip kesatuan komando.

C.  Mengendalikan Fungsi Manajemen

1.      Definisi Mengendalikan (Controling)
Controlling atau pengawasan dan pengendalian (wasdal) adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi.
Controlling atau pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. Di dalam manajemen perusahaan yang modern fungsi control ini biasanya dilakukan oleh divisi audit internal.
Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi manajemen yang lain, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, Louis E. Boone dan David L. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai: “the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”.
Sementara itu, Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa: “pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.”
Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.
Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu:
a.      penetapan standar pelaksanaan;
b.      penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
c.      pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata;
 d.      pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan    penganalisaan penyimpangan-penyimpangan; dan
e.       pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan.

2.      Langkah-langkah dalam Controling
Mochler dalam Stoner James, A. F. (1988) menetapkan empat langkah dalam proses pengendalian, yaitu:
 a)      Menentukan standar dan metode yang digunakan untuk mengukur prestasi.
b)      Mengukur prestasi kerja.
c)      Menganalisis apakah prestasi kerja memenuhi syarat.
d)      Mengambil tindakan korek

3.      Tipe-tipe Controling
1.      Pengendalian karyawan (Personal control).
Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang ada hubungannya dengan kegiatan pegawai, apakah pegawai bekerja sesuai dengan perintah, rencana, tata kerja, absensi pegawai dan lain-lain.
2.      Pengendalian keuangan (financial control)
Pengendalian ini ditujukan untuk hal-hal yang menyangkut keuangan,tentang pemasukan dan pengeluaran,biaya-biaya perusahaaan termasuk pengendalian anggaranya.
3.      Pengendalian produksi (Production control).
Yaitu pengendalian yang difokuskan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan, apakah sesuai dengan standar atau rencananya.
4.       Pengendalian waktu (Time control)
Pengendalian ini ditujukan kepada penggunaan waktu, artinya apakah waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan sesuai atau tidak dengan rencana.
5.      Pengendalian teknis (Technical control)
Pengendalian ini ditujukan kepada hal-hal yang bersifat fisik, yang berhubungan dengan tindakan dan teknis pelaksanaan.
6.      Pengendalian kebijaksanaan (Policy control).
pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui dan menilai apakah kebijaksanaan organisasi telah dilaksanakan sesuai dengan yang digariskan.
7.      Pengendalian penjualan (Sales control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah produksi yang dihasilkan terjual sesuai rencana yang ditentukan.
8.      Pengendalian inventaris (inventory control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah inventaris perusahaan masih ada semuanya atau ada yang hilang. 
9.      Pengendalian pemeliharaan (maintenance control)
Pengendalian ini ditujukan untuk mengetahui apakah semua inventaris perusahaan dan kantor terprlihara atau tidak,dan mengetahui kerusakan. 

A.A. Gde Manunjaya. 1999. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC.

Azrul Azwar. 1988. Pengantar Administrasi Kesehatan. Edisi kedua. Jakarta: PT. Bina Rupa Aksara.

Dee Ann Gillies. 1989. Nursing Management. Philadelphia: WB. Saunders Company.

Eleanor J. Sullivan dan Phillip J. Decker. 1985. Effective Management in Nursing. California: Addison-Wesley Publishing Company.

H. Moh. Isa. 1980. Beberapa Bacaan tentang Dasar-dasar Manajemen.Jakarta: Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai Depkes RI.

T. Hani Handoko. 1995. Manajemen. Edisi kedua. Yogyakarta: BPFE.

Reksohadiprodjo, Sukanto. 1984. Dasar-dasar Management. Yogyakarta: BPFE

Husnan, Suad. 1989. Manajemen Pokok-pokok Pengertian dan Soal Jawab.Yogyakarta: BPFE

Kamis, 11 April 2013

Tugas 1 Kesehatan Mental


Nama : Irene Wulan Juita
Npm :13511677
Kelas : 2PA06

1.    Penjelasan Tentang Konsep Kesehatan berdasarkan dimensinya?

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan.
  1. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
  2. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
  3. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
  4. Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
  5. Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna

pengertian kesehatan menurut who. Simak dibawah ini :
Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity

Menurut WHO, ada empat komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat yaitu:
1. Sehat Jasmani
Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.

2. Sehat Mental
Sehat Mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain dalam pepatah kuno “Jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat “(Men Sana In Corpore Sano)”.
Atribut seorang insan yang memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut:
a. Selalu merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, tidak pernah menyesal dan kasihan terhadap dirinya, selalu gembira, santai dan menyenangkan serta tidak ada tanda-tanda konflik kejiwaan.
b. Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik serta tidak mudah tersinggung dan marah, selalu pengertian dan toleransi terhadap kebutuhan emosi orang lain.
c. Dapat mengontrol diri dan tidak mudah emosi serta tidak mudah takut, cemburu, benci serta menghadapi dan dapat menyelesaikan masalah secara cerdik dan bijaksana.

3. Kesejahteraan Sosial
Batasan kesejahteraan sosial yang ada di setiap tempat atau negara sulit diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.

4. Sehat Spiritual
Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.
Keempat komponen ini dikenal sebagai sehat positif atau disebut sebagai “Positive Health” karena lebih realistis dibandingkan dengan definisi WHO yang hanya bersifat idealistik semata-mata.

Menurut dimensinya:
Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu.[1] Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian.[2] Emosi dapat ditunjukkan kerika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.[1].

Intelektual ialah orang yang menggunakan inteleknya untuk bekerja, belajar, membayangkan, mengagak, atau menyoal dan menjawab soalan tentang berbagai-bagai idea. Secara amnya, terdapat tiga takrif moden untuk istilah "intelektual", iaitu:
  1. mereka yang amat terlibat dalam idea-idea dan buku-buku;
  2. mereka yang mempunyai kepakaran dalam budaya dan seni yang memberikan mereka kewibawaan kebudayaan, dan yang kemudian mempergunakan kewibawaan itu untuk bertutur tentang perkara-perkara lain di khalayak ramai. Golongan ini dipanggil sebagai "intelektual kebudayaan".
  3. dari segi Marxisme, mereka yang tergolong dalam kelas pensyarah, guru, peguam, wartawan, dan sebagainya.
kemampuan untuk mencapai prestasi yang di dalamnya berpikir memegang peranan. Prestasi itu dapat diberikan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pergaulan, sosial, tekhnis, perdagangan, pengaturan rumah tangga dan belajar di sekolah.

Sosial menurut Peter Herman adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan

Fisik dianggap sehat, bila secara fisiologi normal, tidak ada kecacatan, tidak memiliki suatu penyakit dan tidka mengalami suatu kekurangan apapun itu.
Dimensi spritual adalah kemampuan seseorang untuk segala hal yang berkaitan dengan Agama / kepercayaan, bagaimana dia menjalankan perintah  dan menjauhi larangan Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang dapat dikatakan sehat secara mental apabila dia secara spiritual baik, taat menjalankan perintah Tuhan dan  mampu mengekspresikan rasa syukur terhadap suatu nikmat pemberian Tuhan YME, maupun kemauan berserah diri kepada Tuhan jika sedang mengalami suatu permasalahan yang sekiranya dia sudah tidak sanggup lagi.
Ada pula dimensi lain yaitu Dimensi Mental. Mental itu sendiri merupakan wadah dari emosi dan spiritual, oleh sebab itulah apabila emosi dan spiritual seseorang itu baik, maka dapat dikatakan dia memiliki mental yang juga baik.

Kesimpulannya :
Setiap komponen diatas sangatlah berkaitan dan mengalami tumpang tindih dengan dimensi diatas karena faktor dalam komponen satu secara langsung memengaruhi faktor lain. Seseorang yang belajar mengontrol tingkat stress dari fisiknya diharapkan juga dapat menjaga stamina emosinya yang digunakan dalam menanggulangi krisis. Kesehatan prima mencakup semua aspek kerja dalam model. Identifikasi kesehatan dari berbagai dimensi merupakan hal penting dalam meningkatkan kesadaran kompleksitas konsep sehat.

2.    Teori perkembangan kepribadian menurut Erikson, Freud, dan Allport

Teori Perkembangan Psikososial Erikson
Erik Erikson (lahir di Frankfurt-am-Main, Jerman, 15 Juni 1902 – meninggal di Harwich, Cape Cod, Massachusetts, Amerika Serikat, 12 Mei 1994 pada umur 91 tahun) adalah seorang psikolog Jerman yang terkenal dengan teori tentang delapan tahap perkembangan pada manusia. 1

Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan Erik Erikson merupakan salah satu teori yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. Bersama dengan Sigmund Freud, Erikson mendapat posisi penting dalam psikologi. Hal ini dikarenakan ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia; satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud. 
Erikson menggambarkan siklus kehidupan manusia itu sebagai suatu proses yang terdiri dari delapan fase dari bayi hingga lanjut usia. Berkembangnya manusia dari satu tahap ke tahap berikutnya ditentukan oleh keberhasilannya atau ketidakberhasilannya dalam menempuh tahap sebelumnya. Pembagian tahap-tahap ini berdasarkan periode tertentu dalam kehidupan manusia: bayi (0-1 tahun), balita (1-3 tahun), pra-sekolah (3-6 tahun), usia sekolah (6-12 tahun), remaja (12-18 tahun), pemuda (usia 18-40 tahun), separuh baya (akhir 40-65 tahun), dan manula (usia 65-an dan seterusnya).
Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan. Alasan yang pertama, karena teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki kaitan atau hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. Kedua, menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan, dan yang ketiga/terakhir adalah menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan/kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. Melalui teorinya Erikson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan/masalah psikologi yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern seperti ini. Oleh karena itu, teori Erikson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan, baik anak, dewasa, maupun lansia.

Developmental Stage
Crisis
Significant persons
Infancy (0-1 thn)
Trust vs Mistrust
Mother or mother substitute
Toddler (1-3 thn)
Autonomy vs Shame and Doubt
Parents
Early Childhood (3-6 thn)
Initiative vs Guilt
Entire Family
Middle Childhood (6-12 thn)
Industry vs Inferiority
School & neighborhood
Adolescence (12-18 thn)
Identity vs Identity Confusion
Peers,national leadership models
Young adulthood (18-40 thn)
Intimacy vs Isolation
Intimates, usually of opposite sex
Middle years (40-65 thn)
Generativity vs Stagnation
Expanded family, institutions
Later years (+65 thn)
Ego Integrity vs Despair
Those who promote sense of usefulness


Teori Kepribadian Psikoanalisis dari Freud
Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud, kepribadian terdiri dari tiga elemen. Ketiga unsur kepribadian itu dikenal sebagai id, ego dan superego yang bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.

1.  Id

Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian.
Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan, keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya adalah kecemasan negara atau ketegangan.
Sebagai contoh, peningkatan rasa lapar atau haus harus menghasilkan upaya segera untuk makan atau minum. id ini sangat penting awal dalam hidup, karena itu memastikan bahwa kebutuhan bayi terpenuhi. Jika bayi lapar atau tidak nyaman, ia akan menangis sampai tuntutan id terpenuhi.
Namun, segera memuaskan kebutuhan ini tidak selalu realistis atau bahkan mungkin. Jika kita diperintah seluruhnya oleh prinsip kesenangan, kita mungkin menemukan diri kita meraih hal-hal yang kita inginkan dari tangan orang lain untuk memuaskan keinginan kita sendiri. Perilaku semacam ini akan baik mengganggu dan sosial tidak dapat diterima. Menurut Freud, id mencoba untuk menyelesaikan ketegangan yang diciptakan oleh prinsip kesenangan melalui proses utama, yang melibatkan pembentukan citra mental dari objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan.

2.   Ego

Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani dengan realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata. Fungsi ego baik di pikiran sadar, prasadar, dan tidak sadar.
Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan keinginan id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai. Prinsip realitas beratnya biaya dan manfaat dari suatu tindakan sebelum memutuskan untuk bertindak atas atau meninggalkan impuls. Dalam banyak kasus, impuls id itu dapat dipenuhi melalui proses menunda kepuasan – ego pada akhirnya akan memungkinkan perilaku, tetapi hanya dalam waktu yang tepat dan tempat.
Ego juga pelepasan ketegangan yang diciptakan oleh impuls yang tidak terpenuhi melalui proses sekunder, di mana ego mencoba untuk menemukan objek di dunia nyata yang cocok dengan gambaran mental yang diciptakan oleh proses primer id’s.

3.   Superego

Komponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah superego. superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat – kami rasa benar dan salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian.

Ada dua bagian superego:

Yang ideal ego mencakup aturan dan standar untuk perilaku yang baik. Perilaku ini termasuk orang yang disetujui oleh figur otoritas orang tua dan lainnya. Mematuhi aturan-aturan ini menyebabkan perasaan kebanggaan, nilai dan prestasi.
Hati nurani mencakup informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang tua dan masyarakat. Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk, konsekuensi atau hukuman perasaan bersalah dan penyesalan. Superego bertindak untuk menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua yang tidak dapat diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego atas standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam sadar, prasadar dan tidak sadar.

Interaksi dari Id, Ego dan superego

Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat bagaimana konflik mungkin timbul antara ego, id dan superego. Freud menggunakan kekuatan ego istilah untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun kekuatan-kekuatan duel. Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan ini, sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu mengganggu.


Teori Kepribadian Allport

PSIKOLOGI INDIVIDU: ALLPORT
Teori
Satu hal yang memotivasi manusia adalah kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan hidup biologis, yang Allport disebut sebagai fungsi oportunistik. Dia mencatat bahwa fungsi oportunistik dapat dicirikan sebagai reaktif, melewati berorientasi, dan, tentu saja, biologis.
Tapi Allport merasa bahwa fungsi oportunistik relatif penting untuk memahami perilaku manusia sebagian besar perilaku. Ia percaya, kebanyakan manusia, dimotivasi oleh sesuatu yang sangat berbeda (berfungsi secara ekspresif diri) yang disebut fungsi propriate. Sebagian besar dari apa yang kita lakukan dalam hidup adalah masalah yang kita bisa. Propriate dapat dicirikan berfungsi sebagai proaktif, berorientasi pada masa depan, dan psikologis.
Propriate berasal dari kata proprium, yang merupakan nama Allport untuk itu konsep penting, konsep diri. Dia telah ditinjau ratusan definisi yang untuk dan datang untuk merasa bahwa, untuk lebih ilmiah, akan diperlukan untuk membuang kata umum diri dan pengganti sesuatu yang lain. Untuk lebih baik atau lebih buruk lagi, kata proprium pernah tertangkap.
Untuk mendapatkan perasaan intuitif untuk apa berfungsi propriate berarti, pikirkan terakhir kali Anda ingin melakukan sesuatu atau menjadi sesuatu karena Anda benar-benar merasa bahwa melakukan atau menjadi sesuatu akan ekspresif tentang diri Anda yang Anda yakini sebagai yang paling penting. Ingat terakhir kali Anda melakukan sesuatu untuk mengekspresikan diri Anda, terakhir kali Anda mengatakan kepada diri sendiri, "itu benar-benar aku!" Melakukan hal-hal sesuai dengan apa yang Anda sebenarnya, yang berfungsi propriate.
Begitu banyak penekanan pada diri atau proprium, Allport ingin mendefinisikannya secermat mungkin. Dia pada tugas dari dua arah, fenomenologis dan fungsional.
Pertama, fenomenologis, yaitu diri seperti yang dialami: Ia menyarankan bahwa diri terdiri dari aspek Anda mengalami yang Anda lihat sebagai yang paling penting (sebagai lawan insidental atau kebetulan), hangat (atau "berharga," sebagai lawan dari emosional dingin ), dan pusat (sebagai lawan perifer).
Definisi fungsionalnya menjadi teori pembangunan dengan sendirinya. Diri memiliki tujuh fungsi yang cenderung muncul pada saat-saat tertentu hidup satu:
1.      Sense tubuh
2.      Self-identitas
3.      Self-esteem
4.      Self-ekstensi
5.      Self-image
6.      Rasional mengatasi
7.      Propriate berjuang
Sense tubuh berkembang dalam dua tahun pertama kehidupan. Kami memiliki satu, kita merasakan kedekatannya, kehangatannya. Ini memiliki batas-batas yang sakit dan cedera, sentuhan dan gerakan, membuat kita menyadari. Allport memiliki demonstrasi favorit aspek diri: Bayangkan ludah meludah ke cangkir - dan kemudian minum itu turun?! Apa masalahnya itu hal yang sama Anda menelan sepanjang hari! Tapi, tentu saja, itu yang keluar dari diri Anda tubuh dan menjadi, dengan demikian, asing Anda.
Identitas diri juga berkembang pada tahun-tahun pertama dan kedua. Ada datang poin kita mengenali diri kita sebagai melanjutkan, sebagai memiliki masa lalu, sekarang, dan masa depan. Kita melihat diri kita masing-masing sebagai entitas, terpisah dan berbeda dari orang lain Kami bahkan punya nama.  Apakah Anda akan sama orang ketika bangun tentu saja besok? Dari kita bahwa kesinambungan untuk diberikan.
Harga diri berkembang antara dua dan empat tahun. Ada juga saatnya kita mengakui bahwa kita memiliki nilai, kepada orang lain dan diri kita sendiri ini terutama terkait dengan pembangunan berkelanjutan dari kompetensi kita.
Cukup ekstensi berkembang antara empat dan enam, tertentu. Hal, orang dan peristiwa di sekitar kita juga datang ke dianggap sebagai pusat dan hangat, penting untuk keberadaan saya. "Saya" sangat dekat dengan "aku!" Beberapa orang mendefinisikan diri mereka dalam hal orangtua mereka, pasangan, atau anak-anak, klien mereka, geng, komunitas, perguruan tinggi, atau bangsa. Beberapa menemukan identitas mereka dalam kegiatan-kegiatan: saya seorang psikolog, mahasiswa, tukang batu. Beberapa menemukan jati diri di suatu tempat: rumah saya, kampung halaman. Ketika anak saya melakukan sesuatu yang salah, mengapa saya merasa bersalah? Jika seseorang menimbulakan goresan di mobil saya, mengapa saya merasa seperti mereka hanya usil terhadap saya?
Citra diri juga mengembangkan antara empat dan enam. Ini adalah "mencari-kaca diri," kata saya seperti orang lain melihat saya. Ini adalah kesan saya melakukan pada orang lain, saya "lihat," saya harga atau status sosial, termasuk seksual identitas diri. Ini adalah awal dari apa yang orang lain panggilan hati nurani, diri ideal, dan persona.
Mengatasi Rasional dipelajari terutama pada tahun-tahun dari enam sampai dua belas. Anak mulanya mengembangkan kemampuan untuk menghadapi hidup dengan masalah-masalah rasional dan efektif ini analog dengan "industri Erikson."
Berjuang Propriate biasanya tidak dimulai sampai setelah dua belas tahun. Ini adalah saya sendiri sebagai tujuan, ideal, rencana, panggilan, pemanggilan, rasa arah, rasa Puncak tujuan dari berjuang propriate, menurut Allport, adalah kemampuan untuk mengatakan bahwa saya adalah pemilik hidup saya - yaitu pemilik dan operator.
 (Seseorang tidak bisa tidak melihat periode waktu Allport menggunakan - mereka sangat dekat dengan periode waktu yang tahap teori Freud! Tapi harap dipahami bahwa skema Allport tidakpanggung - hanya deskripsi dari orang mengembangkan cara biasa. )
Sifat atau disposisi
Sekarang, sebagai proprium ini berkembang dengan cara ini, kami juga mengembangkankarakter pribadi, atau kecenderungan pribadi. Allport awalnya menggunakan kata sifat, tetapi menemukan bahwa banyak orang jadi menganggap dia berarti sifat-sifat sebagaimana dipersepsikan oleh seseorang melihat orang lain atau diukur dengan tes kepribadian, bukan sebagai yang unik, karakteristik individu dalam seseorang, bahwa ia berubah ke disposisi.
Sebuah disposisi pribadi didefinisikan sebagai "suatu struktur neuropsychic umum (khusus untuk individu), dengan kemampuan untuk membuat banyak rangsangan setara fungsional, dan untuk memulai dan panduan yang konsisten (setara) bentuk dan gaya perilaku adaptif."
Sebuah disposisi pribadi menghasilkan kesetaraan dalam fungsi dan makna antara persepsi berbagai, keyakinan, perasaan, dan tindakan yang tidak harus setara di dunia alam, atau siapa pun pikiran lain. Seseorang dengan sikap pribadi "takut komunisme" mungkin menyamakan Rusia, liberal, profesor, pemogok, aktivis sosial, lingkungan, feminis, dan seterusnya mungkin. Dia benjolan mereka semua bersama-sama dan menanggapi segala dari mereka dengan serangkaian perilaku yang mengungkapkan ketakutannya: membuat pidato, menulis surat, suara, mempersenjatai diri, marah, dll. Cara lain untuk meletakkannya adalah dengan mengatakan bahwa disposisi adalah campuran beton, mudah dikenali, konsistensi dalam perilaku kita.
Allport berpendapat bahwa sifat-sifat dasarnya yang unik untuk setiap individu:'s "Satu orang takut komunisme" adalah tidak sama dengan orang lain. Dan kamu tidak dapat benar-benar berharap bahwa pengetahuan orang lain akan membantu Anda memahami ada satu orang tertentu. Untuk alasan ini, Allport sangat mendorong apa yang disebut metode idiographic - metode belajar yang berfokus pada satu orang pada satu waktu, seperti wawancara, observasi, analisis surat atau buku harian, dan seterusnya. Ini adalah saat ini umumnya disebut sebagai metode kualitatif.
Allport tidak mengakui bahwa dalam budaya tertentu, ada ciri-ciri umum atau disposisi, yang yang merupakan bagian dari budaya itu, bahwa setiap orang dalam budaya yang mengakui dan nama. Dalam budaya kita, kita biasanya membedakan antara introvert dan extraverts atau liberal dan konservatif, dan kita semua tahu (kira-kira) apa yang kami maksud tersebut. lain Tapi mungkin budaya tidak mengakui. Apa, misalnya, akan berarti liberal dan konservatif di abad pertengahan?
Allport mengakui bahwa beberapa sifat yang lebih terkait erat dengan proprium (diri sendiri) dari yang lain. Tengah. Ciri-ciri bangunan blok Anda kepribadian Ketika Anda menggambarkan seseorang, Anda akan cenderung menggunakan kata-kata yang mengacu pada sifat-sifat utama: pintar, bodoh , liar, malu, licik, tolol, pemarah. Dia mencatat bahwa kebanyakan orang di suatu tempat antara lima dan sepuluh ini.
Ada juga sifat-sifat sekunder, yang yang tidak begitu jelas, atau sangat umum, atau sangat konsisten.. Preferensi, sikap situasional, sifat-sifat itu semua sekunder Sebagai contoh, "jadi dia marah ketika Anda mencoba untuk menggelitik dia," "dia memiliki preferensi seksual yang sangat tidak biasa, "dan" Anda tidak bisa membawanya ke restoran. "
Tapi kemudian ada sifat kardinal. Ini adalah ciri bahwa beberapa orang yang secara praktis mereka mendefinisikan kehidupan Seseorang yang menghabiskan kehidupan mereka mencari ketenaran, atau keberuntungan, atau seks adalah orang seperti itu. Sering kali kita menggunakan orang-orang historis spesifik untuk nama sifat-sifat kardinal : Gober (keserakahan), Joan of Arc (heroik pengorbanan diri), Ibu Teresa (ibadah), Marquis de Sade (sadisme), Machiavelli (kekejaman politik), dan sebagainya. Beberapa orang Relatif mengembangkan sifat kardinal. Jika mereka lakukan, cenderung terlambat dalam hidup.

Psikologi jatuh tempo
Jika Anda memiliki proprium berkembang dengan baik dan adaptif, kaya set disposisi, Anda telah mencapai kematangan psikologis, yang istilah Allport untuk kesehatan mental. Dia daftar tujuh karakteristik:
1.      Ekstensi diri tertentu, yaitu keterlibatan.
2.      Teknik andalan untuk hangat berhubungan dengan orang lain (misalnya kepercayaan, empati, keaslian, toleransi).
3.      Keamanan emosional dan penerimaan diri.
4.      Kebiasaan dari persepsi realistis (sebagai lawan defensif).
5.      Pusat masalah dan pengembangan keterampilan pemecahan masalah.
6.      Objektifikasi diri wawasan seseorang terhadap perilaku sendiri, kemampuan untuk menertawakan diri semdiri dll.
7.      Pemersatu Suatu filsafat kehidupan termasuk orientasi nilai tertentu, sentimen keagamaan yang dibedakan, dan hati nurani pribadi.
Otonomi Fungsional
Allport tidak percaya melihat terlalu banyak orang di masa lalu untuk memahami yang sekarang. Keyakinan ini jelas paling kuat dalam konsep otonomi fungsional: Hari ini motif yang independen (otonom) tentang asal-usul mereka. Itu tidak penting , misalnya, mengapa Anda ingin menjadi dokter, atau mengapa Anda mengembangkan rasa untuk zaitun atau untuk seks keriting, kenyataannya adalah bahwa ini adalah cara Anda sekarang.
Fungsional datang dalam dua bentuk: Yang pertama adalah otonomi fungsional perseverative. Ini mengacu pada dasarnya untuk kebiasaan - perilaku yang tidak lagi melayani tujuan asli mereka, tetapi masih terus Anda mungkin telah mulai merokok sebagai simbol pemberontakan remaja, misalnya, tapi sekarang Anda merokok karena Anda tidak bisa berhenti ritual Sosial! seperti mengatakan "bless you" ketika bersin seseorang memiliki alasan sekali pada waktu (selama wabah, bersin merupakan gejala yang jauh lebih serius daripada sekarang ini!), tetapi sekarang terus karena dipandang sebagai sopan.
Propriate adalah sesuatu yang sedikit lebih self-directed dari kebiasaan.. Nilai-nilai adalah biasanya contoh Mungkin Anda dihukum karena egois ketika Anda masih kecil. Itu tidak dengan cara apapun mengurangi terkenal kemurahan hati Anda hari ini - telah menjadi nilai Anda.
Mungkin Anda dapat melihat bagaimana gagasan otonomi fungsional mungkin berasal dari Allport's frustrasi dengan Freud (atau behavioris). Tentu saja, itu tidak berarti bahwa hal itu hanya keyakinan defensif pada bagian Allport!
Gagasan otonomi fungsional propriate - nilai - memimpin Allport dan rekan-rekannya Vernon dan Lindzey untuk mengembangkan kategorisasi nilai (dalam sebuah buku berjudul A Study Nilai,1960) dan uji nilai.
1.      Ilmuwan teoretis, misalnya, nilai-nilai kebenaran.
2.      Pebisnis ekonomi mungkin nilai kegunaan.
3.      Estetika seniman nilai-nilai keindahan alami.
4.      Perawat sosial mungkin memiliki cinta yang kuat dari orang-orang.
5.      Politik politikus mungkin nilai kekuasaan.
6.      Yang religius seorang biarawan atau biarawati mungkin nilai-nilai persatuan.
Sebagian besar dari kita, tentu saja, memiliki beberapa nilai-nilai ini pada tingkat yang lebih moderat, ditambah kita bisa nilai satu atau dua ini cukup negatif. Ada tes modern yang digunakan untuk membantu anak-anak menemukan karir mereka yang memiliki dimensi yang sangat mirip.